Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Data Karhutla Jambi Versi Walhi dan Pemerintah Berbeda Jauh, Penegakan Hukum Jadi Sorotan

Data Karhutla Jambi Versi Walhi dan Pemerintah Berbeda Jauh, Penegakan Hukum Jadi Sorotan

  • account_circle Andi
  • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRISARA INDONESIA – Perbedaan data luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam diskusi publik yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi, Senin (26/10/2026).

Dalam diskusi bertajuk “Menagih Ruang Aman Korban Karhutla” di Senyala Space, Simpang III Sipin, Kota Jambi, Walhi Jambi memaparkan luas karhutla yang tercatat organisasinya jauh lebih besar dibandingkan data resmi pemerintah.

Walhi Jambi mencatat, sepanjang 1 Januari hingga 18 Oktober 2026, luas karhutla di Jambi mencapai 55.530,72 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 13.845 hektare berada di area 19 perusahaan pemegang izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Sementara itu, data resmi pemerintah untuk periode 1 Januari hingga 16 Oktober 2026 mencatat luas kebakaran hanya 4.363 hektare.

Perbedaan angka tersebut menjadi perhatian dalam diskusi yang dihadiri perwakilan organisasi lingkungan, aktivis, jurnalis, komunitas, serta sejumlah instansi pemerintah dan aparat penegak hukum.

Penegakan hukum dinilai tidak boleh hanya menyasar masyarakat

Selain perbedaan data, peserta diskusi menyoroti penegakan hukum kasus karhutla yang dinilai harus menyasar seluruh pihak yang bertanggung jawab, termasuk korporasi.

Walhi Jambi mengkritik dugaan pengeringan lahan gambut oleh perusahaan yang dapat meningkatkan kerentanan kawasan terhadap kebakaran.

Menurut peserta diskusi, pemeriksaan terhadap wilayah konsesi yang terbakar diperlukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran yang harus dipertanggungjawabkan.

“Ada beberapa perusahaan, kemudian temuan-temuan luasan kebakaran yang kami identifikasi. Silakan dilihat kembali,” kata Aditya.

Beranda Perempuan dan KKI Warsi juga menilai penanganan karhutla tidak seharusnya berhenti ketika api padam.

Penegakan hukum perlu mempertimbangkan aspek ekologi, pola penguasaan lahan, serta dampak psikologis dan beban ganda yang dialami perempuan akibat bencana asap.

Dengan demikian, penyelesaian perkara karhutla diharapkan tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga memperhatikan kerusakan lingkungan dan dampak yang ditanggung masyarakat.

Polda Jambi tetapkan 16 tersangka

Menanggapi persoalan penegakan hukum, Polda Jambi menyampaikan komitmennya untuk menangani kasus karhutla.

Dalam pemaparan pada diskusi tersebut, Polda Jambi menyebut telah menangani 19 laporan polisi (LP) dan menetapkan 16 tersangka.

Sementara itu, BPBD dan Dinas Kesehatan memaparkan langkah penanganan darurat yang telah dilakukan pemerintah, termasuk pengerahan helikopter BNPB, pengoperasian puskesmas selama 24 jam, serta penyediaan pusat panggilan darurat di Kota Jambi.

Pemerintah juga menyampaikan adanya alokasi anggaran logistik kesehatan untuk pengadaan masker, suplemen, dan pasokan oksigen.

Meski begitu, peserta diskusi menekankan bahwa penanganan darurat perlu diikuti dengan pemulihan lingkungan dan pengawasan terhadap pihak-pihak yang diduga menyebabkan kebakaran.

Walhi siapkan gugatan warga negara

Perwakilan Walhi Jambi Aditya mengatakan, pemulihan lahan yang terbakar harus menjadi bagian dari penyelesaian karhutla.

Menurut dia, penegakan hukum saja tidak cukup apabila kerusakan lingkungan tidak dipulihkan dan potensi kebakaran berulang masih dibiarkan.

“Pemulihan lahan harus dipastikan. Kami juga ingin menyampaikan bahwa saat ini kami sedang menyiapkan berbagai kebutuhan untuk melakukan gugatan, yakni hak gugat warga negara.”

Walhi Jambi juga mengajak masyarakat dan pers untuk bersama-sama mengawal pertanggungjawaban pemerintah atas persoalan karhutla dan kabut asap yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Mereka menilai transparansi data, pemantauan perizinan, serta evaluasi terhadap aktivitas di kawasan ekologis penting harus terus dilakukan, terutama di wilayah gambut.

Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan pemanfaatan lahan tidak mengabaikan perlindungan lingkungan.

  • Penulis: Andi
  • Editor: Amalia
  • Sumber: AJI JAMBI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan sehari-hari, stres dan beban pikiran menjadi hal yang sulit dihindari. Pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hingga persoalan pribadi sering kali membuat seseorang merasa lelah, bahkan ketika tubuhnya tidak melakukan aktivitas berat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola stres adalah menerapkan pola hidup sehat. […]

  • Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Merangin, Kerugian Negara Rp 19,5 Miliar

    Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Merangin, Kerugian Negara Rp 19,5 Miliar

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Sari
    • visibility 51
    • 0Komentar

    TRISARA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Merangin, Jambi, tahun anggaran 2019-2024. Lima orang di antaranya ditahan pada Senin (12/10/2026), sedangkan satu tersangka lainnya belum menjalani pemeriksaan karena alasan kesehatan. Dalam keterangan persnya, Kejati Jambi menyebutkan, kasus tersebut diduga menyebabkan kerugian […]

  • Ramalan Virgo Kamis 15 Oktober 2026: Rezeki, Asmara, dan Peluang Baru Jadi Sorotan

    Ramalan Virgo Kamis 15 Oktober 2026: Rezeki, Asmara, dan Peluang Baru Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Ramalan zodiak Virgo Kamis, 15 Oktober 2026, menarik untuk disimak, terutama bagi Anda yang ingin mengetahui gambaran peruntungan karier, rezeki, asmara, dan kesehatan. Ketelitian menjadi modal penting bagi Virgo dalam menghadapi berbagai keputusan, tetapi jangan sampai terlalu banyak berpikir justru membuat peluang terlewatkan. KAMIS, 15 Oktober 2026, bisa menjadi momen bagi Virgo […]

  • Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

    Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle skalajambi@gmail.com
    • visibility 71
    • 0Komentar

    TRISARA – Di balik Topeng Labu khas Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, tersimpan kisah tentang stigma, pengucilan, dan kerinduan untuk kembali diterima masyarakat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini kini diangkat ke panggung seni untuk menyampaikan pesan kesetaraan dan inklusivitas. Kisah tersebut menjadi bagian dari diskusi publik dan pertunjukan seni Topeng Labu yang digelar […]

  • Topeng Labu Muaro Jambi Ajarkan Kesetaraan, dari Tradisi Pengasingan hingga Panggung Seni

    Topeng Labu Muaro Jambi Ajarkan Kesetaraan, dari Tradisi Pengasingan hingga Panggung Seni

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Ficus Nation
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Tradisi Topeng Labu dari Desa Muara Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, bukan sekadar kesenian turun-temurun. Di balik topeng yang terbuat dari tempurung labu tua, tersimpan kisah tentang stigma, penerimaan sosial, dan perjuangan memanusiakan manusia. Nilai-nilai tersebut kembali diangkat dalam Sarasehan dan Seni (Saraseni) Budaya 2026 yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) […]

  • Penghentian PLTU Mulut Tambang Jambi 1 dan 2 Berpotensi Hemat APBN Rp 144,74 Triliun

    Penghentian PLTU Mulut Tambang Jambi 1 dan 2 Berpotensi Hemat APBN Rp 144,74 Triliun

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Jambi-1 dan Jambi-2 dinilai perlu dikaji ulang. Pasalnya, kelanjutan dua proyek pembangkit berbahan bakar batu bara itu berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 144,74 triliun. Temuan tersebut tertuang dalam kajian CERAH bertajuk Potensi Penghematan Pengeluaran Negara dari Penghentian […]

expand_less