Hampir Gila Aku
- account_circle Trisara
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- visibility 129
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TRISARA – Hampir gila aku dibuat asap,
melihat air kehilangan tepi,
gunung memuntahkan amarah,
dan hutan menjadi abu
di altar keserakahan.
Hampir gila aku melihat
hewan-hewan kehilangan rumah,
sementara manusia mendirikan singgasana
dari reruntuhan rumah mereka.
Hampir gila aku
ketika langit menumpahkan peringatan,
bumi mengguncang kesombongan,
dan api menuliskan murka
di dahi hutan yang terluka.
Apakah Tuhan belum cukup mengetuk?
Ataukah telinga kita
telah disumbat gemerincing uang,
dan mata kita dibutakan
oleh silau singgasana?
Hampir gila aku melihat
manusia berpesta di meja kekuasaan,
sementara rakyat menadah bencana.
Mereka menghitung laba,
kami menghitung kehilangan.
Hampir gila aku tinggal
di negeri yang kucinta,
ketika alam telah bersaksi,
Tuhan telah memberi tanda,
tetapi manusia tetap bersujud
pada berhala bernama kuasa.
Puisi Karya: Khairul Ni’mah
(Pasar, 13 Oktober 2026)
- Penulis: Trisara
- Editor: Andi
