PFI Jambi Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan saat Liputan Demo Karhutla di Sumatera Selatan
- account_circle Amal
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TRISARA INDONESIA – Aksi dugaan kekerasan disertai intimidasi terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan demo di wilayah Sumatera Selatan, mendapat kecaman keras dari pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Jambi @pfijambi
“Sikap kita menolak adanya kekerasan tersebut dan dukungan kita pada perlindungan atas kerja-kerja jurnalistik,” tegas Irma Tambunan, Perwakilan PFI Jambi, Rabu (14/10/2026).
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa,13 Oktober 2026, di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (MapoldaSumsel). Korban kekerasan tersebut adalah Rachmad Kurniawan dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PAL TV.
Keduanya diserang secara brutal oleh sekelompok massa tak dikenal berbaju hitam saat sedang meliput aksi unjuk rasa terkait isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain mendapatkan kekerasan fisik, alat kerja mereka juga diancam akan dirampas.
Tindakan anarkis ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi dan bentuk nyata dari upaya pembungkaman kemerdekaan pers.
Pengurus PFI Pusat juga telah mengecam keras aksi kekerasan, intimidasi, serta pengeroyokan fisik yang menimpa Rachman Kurniawan dan Mulyadi saat menjalankan tugas jurnalistik.
PFI telah menyatakan sikap tegas serta mengeluarkan tuntutan di antaranya mendesak Kapolri mengusut tuntas kasus ini dan jaminan keselamatan jurnalis di lapangan.
- Penulis: Amal
- Editor: Andi
- Sumber: Trisara Indonesia
