Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Karhutla Bukan Sekadar Api, Tetapi Ujian Sikap Kita terhadap Alam

Karhutla Bukan Sekadar Api, Tetapi Ujian Sikap Kita terhadap Alam

  • account_circle Trisara Indonesia
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRISARA INDONESIA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi persoalan yang bisa dianggap sebagai bencana musiman. Setiap kali hutan terbakar, asap menyelimuti permukiman, udara menjadi tidak sehat, dan masyarakat kembali menanggung dampaknya. Di balik kepulan asap itu, ada persoalan yang lebih besar: bagaimana manusia bersikap terhadap alam dan sejauh mana kita peduli terhadap keselamatan bersama.

Menghadapi karhutla, sikap kita tidak boleh hanya sebatas mengeluh ketika asap mulai mengganggu pernapasan. Kepedulian seharusnya hadir jauh sebelum api membesar, bukan setelah langit berubah kelabu dan aktivitas masyarakat terganggu.

Karhutla tidak cukup dihadapi dengan memadamkan api, tetapi juga dengan membangun kesadaran.

Selama ini, perhatian sering kali tertuju pada upaya pemadaman. Petugas berjibaku di lapangan, menghadapi panas, keterbatasan air, dan sulitnya menjangkau titik kebakaran. Kerja mereka patut diapresiasi. Namun, upaya tersebut akan terus menghadapi tantangan apabila pencegahan tidak menjadi perhatian utama.

Kita perlu mengubah cara pandang terhadap hutan dan lahan. Hutan bukan sekadar hamparan tanah yang dapat dibuka demi keuntungan sesaat. Di dalamnya terdapat keseimbangan ekosistem, sumber kehidupan masyarakat, serta ruang bagi berbagai makhluk hidup untuk bertahan.

Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan. Satwa kehilangan habitat, kualitas udara memburuk, dan masyarakat harus menghadapi risiko kesehatan serta kerugian ekonomi. Dampaknya bahkan dapat melampaui batas wilayah tempat api pertama kali muncul.

Karena itu, menghadapi karhutla membutuhkan sikap tegas terhadap pembakaran lahan, baik yang dilakukan karena kelalaian maupun demi kepentingan tertentu.

Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Pada saat yang sama, masyarakat perlu mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai cara mengelola lahan tanpa membakar.

Pencegahan juga tidak bisa dibebankan kepada pemerintah dan petugas pemadam semata. Perusahaan, pelaku usaha, masyarakat, dan setiap individu memiliki tanggung jawab sesuai perannya.

Pemerintah perlu memperkuat pengawasan, perusahaan wajib memastikan wilayah operasionalnya tidak menjadi sumber kebakaran, sedangkan masyarakat dapat berperan melalui pelaporan dini ketika menemukan titik api.

Di tengah ancaman karhutla, kita juga perlu membangun sikap saling peduli. Ketika asap datang, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan membutuhkan perhatian lebih.

Menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta mengikuti informasi resmi merupakan langkah sederhana untuk melindungi diri.

Namun, perlindungan kesehatan hanyalah salah satu bagian dari persoalan. Kita tidak boleh terbiasa hidup dalam kepungan asap seolah-olah keadaan tersebut merupakan sesuatu yang wajar.

Pada akhirnya, karhutla adalah ujian bagi kepedulian kita terhadap alam dan sesama manusia. Api mungkin dapat dipadamkan, tetapi kerusakan lingkungan membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Sudah saatnya kita berhenti memandang karhutla sebagai peristiwa yang berulang setiap tahun tanpa perubahan berarti.

Sikap yang dibutuhkan bukan sekadar prihatin ketika hutan terbakar, melainkan berani mencegah, bertindak, dan menjaga alam sebelum semuanya terlambat.

Sebab, menjaga hutan sejatinya bukan hanya menyelamatkan pepohonan, melainkan juga mempertahankan kehidupan generasi mendatang.

  • Penulis: Trisara Indonesia
  • Editor: Andi
  • Sumber: Ai

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Merangin, Kerugian Negara Rp 19,5 Miliar

    Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Merangin, Kerugian Negara Rp 19,5 Miliar

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Sari
    • visibility 39
    • 0Komentar

    TRISARA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Merangin, Jambi, tahun anggaran 2019-2024. Lima orang di antaranya ditahan pada Senin (12/10/2026), sedangkan satu tersangka lainnya belum menjalani pemeriksaan karena alasan kesehatan. Dalam keterangan persnya, Kejati Jambi menyebutkan, kasus tersebut diduga menyebabkan kerugian […]

  • Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan sehari-hari, stres dan beban pikiran menjadi hal yang sulit dihindari. Pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hingga persoalan pribadi sering kali membuat seseorang merasa lelah, bahkan ketika tubuhnya tidak melakukan aktivitas berat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola stres adalah menerapkan pola hidup sehat. […]

  • Ramalan Virgo Kamis 15 Oktober 2026: Rezeki, Asmara, dan Peluang Baru Jadi Sorotan

    Ramalan Virgo Kamis 15 Oktober 2026: Rezeki, Asmara, dan Peluang Baru Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Ramalan zodiak Virgo Kamis, 15 Oktober 2026, menarik untuk disimak, terutama bagi Anda yang ingin mengetahui gambaran peruntungan karier, rezeki, asmara, dan kesehatan. Ketelitian menjadi modal penting bagi Virgo dalam menghadapi berbagai keputusan, tetapi jangan sampai terlalu banyak berpikir justru membuat peluang terlewatkan. KAMIS, 15 Oktober 2026, bisa menjadi momen bagi Virgo […]

  • PFI Jambi Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan saat Liputan Demo Karhutla di Sumatera Selatan

    PFI Jambi Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan saat Liputan Demo Karhutla di Sumatera Selatan

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Amal
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Aksi dugaan kekerasan disertai intimidasi terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan demo di wilayah Sumatera Selatan, mendapat kecaman keras dari pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Jambi @pfijambi “Sikap kita menolak adanya kekerasan tersebut dan dukungan kita pada perlindungan atas kerja-kerja jurnalistik,” tegas Irma Tambunan, Perwakilan PFI Jambi, Rabu (14/10/2026). Peristiwa tersebut […]

  • Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

    Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle skalajambi@gmail.com
    • visibility 52
    • 0Komentar

    TRISARA – Di balik Topeng Labu khas Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, tersimpan kisah tentang stigma, pengucilan, dan kerinduan untuk kembali diterima masyarakat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini kini diangkat ke panggung seni untuk menyampaikan pesan kesetaraan dan inklusivitas. Kisah tersebut menjadi bagian dari diskusi publik dan pertunjukan seni Topeng Labu yang digelar […]

  • Topeng Labu Muaro Jambi Ajarkan Kesetaraan, dari Tradisi Pengasingan hingga Panggung Seni

    Topeng Labu Muaro Jambi Ajarkan Kesetaraan, dari Tradisi Pengasingan hingga Panggung Seni

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Ficus Nation
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Tradisi Topeng Labu dari Desa Muara Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, bukan sekadar kesenian turun-temurun. Di balik topeng yang terbuat dari tempurung labu tua, tersimpan kisah tentang stigma, penerimaan sosial, dan perjuangan memanusiakan manusia. Nilai-nilai tersebut kembali diangkat dalam Sarasehan dan Seni (Saraseni) Budaya 2026 yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) […]

expand_less