Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » DPRD Kota Jambi Soroti Anggaran Kampung Bahagia, Jalan Rusak hingga Fasilitas Puskesmas

DPRD Kota Jambi Soroti Anggaran Kampung Bahagia, Jalan Rusak hingga Fasilitas Puskesmas

  • account_circle Andi
  • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
  • visibility 211
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRISARA INDONESIA – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menilai jawaban Pemerintah Kota Jambi terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 belum optimal. Sejumlah persoalan, mulai dari proyeksi pendapatan daerah hingga alokasi anggaran pembangunan, masih menjadi perhatian DPRD.

Hal itu disampaikan Kemas Faried setelah mendengarkan jawaban Wali Kota Jambi Maulana atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna pembahasan nota pengantar dan nota keuangan Raperda APBD Kota Jambi Tahun Anggaran 2027.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah penurunan proyeksi target pendapatan daerah sebesar 8,01 persen dalam RAPBD 2027.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Maulana menjelaskan bahwa penurunan proyeksi itu didasarkan pada perhitungan awal alokasi dana transfer dari pemerintah pusat.

“Masih bersifat proyeksi sembari menunggu diterbitkannya peraturan presiden mengenai rincian anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2027,” ungkapnya.

Maulana juga memaparkan realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah. Hingga September 2026, penerimaan tersebut tercatat lebih dari Rp 403 miliar atau 67,20 persen. Memasuki akhir Oktober 2026, realisasinya disebut telah melampaui 81 persen.

Selain pendapatan daerah, pemerintah kota turut menjelaskan strategi pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga hingga pengolahan di tempat pembuangan akhir (TPA) Talang Gulo.

“Di tingkat hulu kita perkuat pemilahan sampah dari rumah tangga melalui kampung bahagia dan pembuatan biopori organik oleh kelompok tani,” ujarnya.

Pemerintah Kota Jambi juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program ekonomi sirkular untuk menangani sampah plastik.

“Untuk sampah plastik kita bekerja sama dengan OJK melalui program ekonomi sirkular. Ditargetkan mengurangi beban sampah ke TPA hingga 80 ton per hari,”

Namun, penjelasan tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD.

“Ya tentunya jawaban tadi belum optimal ya bagi saya, nanti akan kita bicarakan ditingkat selanjutnya Banggar ya,” ujar Kemas Faried.

DPRD Minta Anggaran Kampung Bahagia Dievaluasi

Kemas Faried mengatakan, sejumlah fraksi DPRD Kota Jambi mempertanyakan alokasi anggaran untuk program Kampung Bahagia. DPRD meminta program tersebut dirasionalisasi dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik.

Menurut dia, masih terdapat jalan rusak yang pembangunannya belum terakomodasi. Kondisi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk sejumlah sekolah, juga menjadi perhatian.

“Karena ini menjadi tanda tanya besar bagi kami, banyak jalan-jalan rusak, pembangunannya tidak terakomodir, banyak sarana prasarana pendidikan, banyak sekolah-sekolah rusak,” katanya.

Tak hanya infrastruktur jalan dan pendidikan, Kemas Faried turut menyoroti fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya kondisi sarana dan prasarana puskesmas yang dinilai belum optimal.

Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian dalam pembahasan RAPBD 2027 agar alokasi anggaran dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Puskesmas juga banyak sarana prasarananya belum optimal, pertanyaan itu belum di jawab mungkin nanti,” ujarnya.

DPRD Kota Jambi selanjutnya akan membahas berbagai catatan tersebut di tingkat Badan Anggaran (Banggar), termasuk mengevaluasi prioritas belanja daerah dan memastikan program yang dianggarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Data Karhutla Jambi Versi Walhi dan Pemerintah Berbeda Jauh, Penegakan Hukum Jadi Sorotan

    Data Karhutla Jambi Versi Walhi dan Pemerintah Berbeda Jauh, Penegakan Hukum Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Perbedaan data luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam diskusi publik yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi, Senin (26/10/2026). Dalam diskusi bertajuk “Menagih Ruang Aman Korban Karhutla” di Senyala Space, Simpang III Sipin, Kota Jambi, Walhi Jambi memaparkan luas karhutla yang tercatat organisasinya […]

  • Pendapatan Kota Jambi Diproyeksikan Turun 8,01 Persen pada 2027, Wali Kota Maulana Jelaskan Penyebabnya

    Pendapatan Kota Jambi Diproyeksikan Turun 8,01 Persen pada 2027, Wali Kota Maulana Jelaskan Penyebabnya

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Pemerintah Kota Jambi memproyeksikan pendapatan daerah turun 8,01 persen pada 2027. Wali Kota Jambi Maulana menyebut, proyeksi tersebut masih bergantung pada kepastian alokasi dana transfer dari pemerintah pusat. Persoalan penurunan pendapatan itu menjadi salah satu sorotan fraksi-fraksi DPRD Kota Jambi dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027. Maulana menjelaskan […]

  • AJI Jambi Desak Pemerintah Penuhi Hak Korban Karhutla, dari Layanan Kesehatan hingga Kompensasi

    AJI Jambi Desak Pemerintah Penuhi Hak Korban Karhutla, dari Layanan Kesehatan hingga Kompensasi

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pemerintah juga dinilai perlu memastikan hak-hak korban terpenuhi, mulai dari akses layanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, hingga kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan kabut asap. Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam diskusi publik bertajuk “Menagih Ruang Aman Korban Karhutla” yang […]

  • Topeng Labu Muaro Jambi Ajarkan Kesetaraan, dari Tradisi Pengasingan hingga Panggung Seni

    Topeng Labu Muaro Jambi Ajarkan Kesetaraan, dari Tradisi Pengasingan hingga Panggung Seni

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Ficus Nation
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Tradisi Topeng Labu dari Desa Muara Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, bukan sekadar kesenian turun-temurun. Di balik topeng yang terbuat dari tempurung labu tua, tersimpan kisah tentang stigma, penerimaan sosial, dan perjuangan memanusiakan manusia. Nilai-nilai tersebut kembali diangkat dalam Sarasehan dan Seni (Saraseni) Budaya 2026 yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) […]

  • Pengamat Nilai 100 Hari Direksi Baru BEI: Lanjutkan Reformasi dan Akselerasi Pendalaman Pasar

    Pengamat Nilai 100 Hari Direksi Baru BEI: Lanjutkan Reformasi dan Akselerasi Pendalaman Pasar

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Rini
    • visibility 28
    • 0Komentar

    TRISARA – Sejak dilantik pada 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 langsung dihadapkan pada agenda besar untuk memperkuat integritas pasar, memperdalam likuiditas, memperluas basis investor dan produk, serta meningkatkan daya saing bursa di tengah dinamika pasar global. Memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya, Direksi BEI mulai merealisasikan berbagai agenda strategis melalui […]

  • Kenapa Orang Tidur Ngorok? Ini Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Mengatasinya

    Kenapa Orang Tidur Ngorok? Ini Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Mendengkur atau ngorok saat tidur sering dianggap sebagai hal biasa. Suara yang muncul ketika seseorang terlelap bahkan kerap menjadi bahan candaan di tengah keluarga. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ngorok ternyata bisa dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan gangguan kesehatan tertentu? Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya, kenapa seseorang bisa tidur sambil mengeluarkan suara […]

expand_less