Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pengamat Nilai 100 Hari Direksi Baru BEI: Lanjutkan Reformasi dan Akselerasi Pendalaman Pasar

Pengamat Nilai 100 Hari Direksi Baru BEI: Lanjutkan Reformasi dan Akselerasi Pendalaman Pasar

  • account_circle Rini
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • visibility 23
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRISARA – Sejak dilantik pada 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 langsung dihadapkan pada agenda besar untuk memperkuat integritas pasar, memperdalam likuiditas, memperluas basis investor dan produk, serta meningkatkan daya saing bursa di tengah dinamika pasar global.

Memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya, Direksi BEI mulai merealisasikan berbagai agenda strategis melalui sejumlah inisiatif. Berbagai inisiatif yang dilakukan merupakan bagian dari pelaksanaan Master Plan BEI 2026–2030 yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan transparansi pasar, memperdalam likuiditas, serta memperkuat ketahanan dan daya saing Pasar Modal Indonesia.

Salah satu perubahan yang paling terlihat berada pada sisi kualitas perdagangan. BEI dalam periode awal kepengurusan baru melanjutkan berbagai pembenahan yang diarahkan untuk menciptakan pembentukan harga yang lebih sehat dan memperluas ruang partisipasi investor.

Perbaikan kualitas perdagangan dilakukan melalui penyempurnaan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan price impact ratio untuk saham berkapitalisasi di atas Rp5 triliun serta evaluasi berkala agar lebih responsif terhadap dinamika pasar. Ruang perdagangan juga diperluas melalui penurunan batas minimum harga saham dan DINFRA dari Rp50 menjadi Rp1 efektif sejak 28 September 2026, disertai penyesuaian batasan auto rejection-nya yang bertujuan meningkatkan kualitas pembentukan harga dan aktivitas perdagangan. Selain itu, BEI juga melakukan penyempurnaan ketentuan Papan Pemantauan Khusus dengan tetap mengutamakan price discovery dan pelindungan investor.

Penguatan kualitas perusahaan tercatat juga terlihat dilakukan melalui penyempurnaan berbagai ketentuan, salah satunya peningkatan persyaratan keuangan dan fundamental bagi calon perusahaan tercatat, serta menyempurnakan penghitungan Free Float dengan tetap mengedepankan transparansi dan integritas pasar. Penyempurnaan ini juga memberikan fleksibilitas melalui penghapusan minimum harga Penawaran Umum serta kemudahan pemesanan dan perubahan kode perusahaan, dengan tetap mempertahankan evaluasi dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari proses pencatatan.

Bagi pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Eduardus Tandelilin, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan yang ditempuh jajaran Direksi baru sudah berada pada jalur yang tepat. “Menurut saya, arah kebijakan Direksi baru BEI sudah berada di jalur yang benar karena titik berangkatnya tepat. Yang dibutuhkan pasar saat ini adalah penguatan kredibilitas dan kualitas pasar, dan sejumlah langkah yang dilakukan menunjukkan kesungguhan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Eduardus.

Dalam 100 hari pertama, BEI juga memperluas pilihan instrumen investasi untuk mendukung diversifikasi dan pengelolaan risiko. Salah satunya melalui peluncuran lima ETF Emas dari lima Manajer Investasi yang tercatat pada 10 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh ETF Emas dari tujuh Manajer Investasi per 8 Oktober 2026. Pengembangan alternatif strategi transaksi bagi investor juga diperkuat melalui mekanisme Intraday Short Selling (IDSS), yang mulai dapat dilakukan sejak 1 Oktober 2026 dengan dukungan dua Anggota Bursa dan lima saham sebagai underlying awal. Sejak mulai diperdagangkan sampai dengan 8 Oktober 2026, Bursa mencatatkan nilai transaksi short selling rata-rata sebesar Rp1,68 miliar per harinya.

Menurut Eduardus, diversifikasi instrumen dan penambahan alternatif strategi investasi bagi investor merupakan bagian penting dari upaya memperdalam pasar. “Pasar yang semakin dalam membutuhkan lebih banyak cara bagi investor untuk mengambil posisi, melakukan diversifikasi dan melakukan lindung nilai. Kehadiran ETF Emas dan short selling menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia mulai bergerak ke arah ekosistem yang lebih lengkap,” tambahnya.

Selain memperluas pilihan instrumen investasi, BEI juga mendorong pengembangan pasar modal yang mendukung pendanaan berkelanjutan melalui peluncuran IDX Green Equity Designation. Inisiatif yang berlaku sejak 31 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan transparansi dan visibilitas saham berbasis hijau, sekaligus memperluas akses Perusahaan Tercatat terhadap investor dan pendanaan berkelanjutan.

Perluasan ekosistem tersebut berjalan beriringan dengan basis investor yang terus bertumbuh di tengah dinamika pasar. Saat ini jumlah investor pasar modal mencapai 32 juta. Pertumbuhan investor tersebut menunjukkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam pasar modal sekaligus membuka ruang untuk meningkatkan kualitas partisipasi melalui edukasi, literasi, dan pemahaman investasi jangka panjang.

“Pertumbuhan investor tentu merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana investor yang sudah terdaftar ini semakin aktif, semakin memahami instrumen yang digunakan, dan pada akhirnya menjadi investor yang lebih berorientasi jangka panjang,” ungkap Eduardus.

Penguatan ekosistem pasar modal pada akhirnya bermuara pada fungsi yang lebih besar, yakni menyediakan sumber pembiayaan bagi dunia usaha. Namun, bagi BEI penguatan fungsi pembiayaan juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas Perusahaan Tercatat, transparansi kepemilikan, tata kelola, serta penggunaan dana hasil penghimpunan secara produktif.

Di balik perkembangan tersebut, BEI juga bergerak pada area yang lebih fundamental, yaitu memperkuat fondasi investability pasar Indonesia. Agenda transparansi kepemilikan, penguatan klasifikasi investor, penerapan Free Float minimum 15%, serta penyempurnaan metodologi HSC merupakan bagian dari reformasi yang dilakukan bersama OJK dan KSEI.

Menurut Eduardus, kombinasi antara transparansi, kualitas pembentukan harga, dan reformasi kelembagaan merupakan elemen yang saling memperkuat.

“Investor global tidak hanya melihat besar kecilnya pasar, tetapi juga bagaimana kualitas tata kelola, transparansi kepemilikan, ketersediaan saham publik dan integritas pembentukan harga. Karena itu, langkah-langkah yang dilakukan BEI menyentuh hal-hal yang memang fundamental bagi peningkatan daya saing pasar Indonesia,” ujar Eduardus.

Seratus hari pertama memang belum menjadi titik akhir untuk menilai seluruh dampak reformasi. Namun, periode ini memberikan gambaran mengenai arah yang ingin dibangun: pasar yang lebih transparan, beragam, likuid, dan memiliki basis investor yang semakin luas.

Bagi Eduardus, keberlanjutan reformasi menjadi kunci agar pertumbuhan pasar tidak berhenti pada peningkatan ukuran, tetapi berkembang menjadi pasar yang semakin berkualitas dan dipercaya. “Dengan menjaga momentum reformasi, ambisi untuk menjadikan BEI semakin besar perlu berjalan seiring dengan upaya membangun pasar yang semakin dalam, transparan, likuid, dan dipercaya investor,” pungkas Eduardus.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Jambi Menggugat Demo di Kantor Gubernur, Desak Transparansi Anggaran

    Aliansi Jambi Menggugat Demo di Kantor Gubernur, Desak Transparansi Anggaran

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 5
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Jambi Menggugat menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (15/10/2026). Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Jambi membuka transparansi anggaran pembangunan multiyears, mengaudit dana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga meminta Gubernur Jambi Al Haris mundur dari jabatannya. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan […]

  • Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Merangin, Kerugian Negara Rp 19,5 Miliar

    Kejati Jambi Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Anggaran DPRD Merangin, Kerugian Negara Rp 19,5 Miliar

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Sari
    • visibility 39
    • 0Komentar

    TRISARA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Merangin, Jambi, tahun anggaran 2019-2024. Lima orang di antaranya ditahan pada Senin (12/10/2026), sedangkan satu tersangka lainnya belum menjalani pemeriksaan karena alasan kesehatan. Dalam keterangan persnya, Kejati Jambi menyebutkan, kasus tersebut diduga menyebabkan kerugian […]

  • Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan sehari-hari, stres dan beban pikiran menjadi hal yang sulit dihindari. Pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hingga persoalan pribadi sering kali membuat seseorang merasa lelah, bahkan ketika tubuhnya tidak melakukan aktivitas berat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola stres adalah menerapkan pola hidup sehat. […]

  • PFI Jambi Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan saat Liputan Demo Karhutla di Sumatera Selatan

    PFI Jambi Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan saat Liputan Demo Karhutla di Sumatera Selatan

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Amal
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Aksi dugaan kekerasan disertai intimidasi terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan demo di wilayah Sumatera Selatan, mendapat kecaman keras dari pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Jambi @pfijambi “Sikap kita menolak adanya kekerasan tersebut dan dukungan kita pada perlindungan atas kerja-kerja jurnalistik,” tegas Irma Tambunan, Perwakilan PFI Jambi, Rabu (14/10/2026). Peristiwa tersebut […]

  • Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari Jambi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

    Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari Jambi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Pencarian seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang tenggelam di Sungai Batanghari, Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, berakhir pada Jumat (16/10/2026). Korban bernama Akbar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Kamis (15/10/2026). Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Setelah […]

  • Hampir Gila Aku

    Hampir Gila Aku

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Trisara
    • visibility 129
    • 0Komentar

    TRISARA – Hampir gila aku dibuat asap, melihat air kehilangan tepi, gunung memuntahkan amarah, dan hutan menjadi abu di altar keserakahan. Hampir gila aku melihat hewan-hewan kehilangan rumah, sementara manusia mendirikan singgasana dari reruntuhan rumah mereka. Hampir gila aku ketika langit menumpahkan peringatan, bumi mengguncang kesombongan, dan api menuliskan murka di dahi hutan yang terluka. […]

expand_less