Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Karhutla Bukan Sekadar Api, Tetapi Ujian Sikap Kita terhadap Alam

Karhutla Bukan Sekadar Api, Tetapi Ujian Sikap Kita terhadap Alam

  • account_circle Trisara Indonesia
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • visibility 32
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRISARA INDONESIA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi persoalan yang bisa dianggap sebagai bencana musiman. Setiap kali hutan terbakar, asap menyelimuti permukiman, udara menjadi tidak sehat, dan masyarakat kembali menanggung dampaknya. Di balik kepulan asap itu, ada persoalan yang lebih besar: bagaimana manusia bersikap terhadap alam dan sejauh mana kita peduli terhadap keselamatan bersama.

Menghadapi karhutla, sikap kita tidak boleh hanya sebatas mengeluh ketika asap mulai mengganggu pernapasan. Kepedulian seharusnya hadir jauh sebelum api membesar, bukan setelah langit berubah kelabu dan aktivitas masyarakat terganggu.

Karhutla tidak cukup dihadapi dengan memadamkan api, tetapi juga dengan membangun kesadaran.

Selama ini, perhatian sering kali tertuju pada upaya pemadaman. Petugas berjibaku di lapangan, menghadapi panas, keterbatasan air, dan sulitnya menjangkau titik kebakaran. Kerja mereka patut diapresiasi. Namun, upaya tersebut akan terus menghadapi tantangan apabila pencegahan tidak menjadi perhatian utama.

Kita perlu mengubah cara pandang terhadap hutan dan lahan. Hutan bukan sekadar hamparan tanah yang dapat dibuka demi keuntungan sesaat. Di dalamnya terdapat keseimbangan ekosistem, sumber kehidupan masyarakat, serta ruang bagi berbagai makhluk hidup untuk bertahan.

Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan. Satwa kehilangan habitat, kualitas udara memburuk, dan masyarakat harus menghadapi risiko kesehatan serta kerugian ekonomi. Dampaknya bahkan dapat melampaui batas wilayah tempat api pertama kali muncul.

Karena itu, menghadapi karhutla membutuhkan sikap tegas terhadap pembakaran lahan, baik yang dilakukan karena kelalaian maupun demi kepentingan tertentu.

Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Pada saat yang sama, masyarakat perlu mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai cara mengelola lahan tanpa membakar.

Pencegahan juga tidak bisa dibebankan kepada pemerintah dan petugas pemadam semata. Perusahaan, pelaku usaha, masyarakat, dan setiap individu memiliki tanggung jawab sesuai perannya.

Pemerintah perlu memperkuat pengawasan, perusahaan wajib memastikan wilayah operasionalnya tidak menjadi sumber kebakaran, sedangkan masyarakat dapat berperan melalui pelaporan dini ketika menemukan titik api.

Di tengah ancaman karhutla, kita juga perlu membangun sikap saling peduli. Ketika asap datang, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan membutuhkan perhatian lebih.

Menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta mengikuti informasi resmi merupakan langkah sederhana untuk melindungi diri.

Namun, perlindungan kesehatan hanyalah salah satu bagian dari persoalan. Kita tidak boleh terbiasa hidup dalam kepungan asap seolah-olah keadaan tersebut merupakan sesuatu yang wajar.

Pada akhirnya, karhutla adalah ujian bagi kepedulian kita terhadap alam dan sesama manusia. Api mungkin dapat dipadamkan, tetapi kerusakan lingkungan membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Sudah saatnya kita berhenti memandang karhutla sebagai peristiwa yang berulang setiap tahun tanpa perubahan berarti.

Sikap yang dibutuhkan bukan sekadar prihatin ketika hutan terbakar, melainkan berani mencegah, bertindak, dan menjaga alam sebelum semuanya terlambat.

Sebab, menjaga hutan sejatinya bukan hanya menyelamatkan pepohonan, melainkan juga mempertahankan kehidupan generasi mendatang.

  • Penulis: Trisara Indonesia
  • Editor: Andi
  • Sumber: Ai

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan sehari-hari, stres dan beban pikiran menjadi hal yang sulit dihindari. Pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hingga persoalan pribadi sering kali membuat seseorang merasa lelah, bahkan ketika tubuhnya tidak melakukan aktivitas berat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola stres adalah menerapkan pola hidup sehat. […]

  • Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari Jambi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

    Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari Jambi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Pencarian seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang tenggelam di Sungai Batanghari, Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, berakhir pada Jumat (16/10/2026). Korban bernama Akbar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Kamis (15/10/2026). Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Setelah […]

  • PFI Jambi Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan saat Liputan Demo Karhutla di Sumatera Selatan

    PFI Jambi Kecam Kekerasan terhadap Dua Wartawan saat Liputan Demo Karhutla di Sumatera Selatan

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Amal
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Aksi dugaan kekerasan disertai intimidasi terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan demo di wilayah Sumatera Selatan, mendapat kecaman keras dari pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Provinsi Jambi @pfijambi “Sikap kita menolak adanya kekerasan tersebut dan dukungan kita pada perlindungan atas kerja-kerja jurnalistik,” tegas Irma Tambunan, Perwakilan PFI Jambi, Rabu (14/10/2026). Peristiwa tersebut […]

  • Penghentian PLTU Mulut Tambang Jambi 1 dan 2 Berpotensi Hemat APBN Rp 144,74 Triliun

    Penghentian PLTU Mulut Tambang Jambi 1 dan 2 Berpotensi Hemat APBN Rp 144,74 Triliun

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Jambi-1 dan Jambi-2 dinilai perlu dikaji ulang. Pasalnya, kelanjutan dua proyek pembangkit berbahan bakar batu bara itu berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 144,74 triliun. Temuan tersebut tertuang dalam kajian CERAH bertajuk Potensi Penghematan Pengeluaran Negara dari Penghentian […]

  • Sasar 5.000+ Investor Baru via IDX Mobile, Akselerasi Galeri Investasi BEI Sabet Rekor MURI

    Sasar 5.000+ Investor Baru via IDX Mobile, Akselerasi Galeri Investasi BEI Sabet Rekor MURI

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Ama
    • visibility 80
    • 0Komentar

    TRISARA — Upaya pemerataan edukasi pasar modal di tanah air kembali mencatatkan sejarah. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menganugerahi Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas peresmian serentak 23 Galeri Investasi BEI yang tersebar dari jenjang SMA, perguruan tinggi, hingga berbasis syariah. Tidak sekadar ekspansi fisik, program kolaborasi BEI, MNC Sekuritas, dan OJK ini berhasil […]

  • Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

    Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle skalajambi@gmail.com
    • visibility 53
    • 0Komentar

    TRISARA – Di balik Topeng Labu khas Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, tersimpan kisah tentang stigma, pengucilan, dan kerinduan untuk kembali diterima masyarakat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini kini diangkat ke panggung seni untuk menyampaikan pesan kesetaraan dan inklusivitas. Kisah tersebut menjadi bagian dari diskusi publik dan pertunjukan seni Topeng Labu yang digelar […]

expand_less