Pendapatan Kota Jambi Diproyeksikan Turun 8,01 Persen pada 2027, Wali Kota Maulana Jelaskan Penyebabnya
- account_circle Andi
- calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
- visibility 45
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TRISARA INDONESIA – Pemerintah Kota Jambi memproyeksikan pendapatan daerah turun 8,01 persen pada 2027. Wali Kota Jambi Maulana menyebut, proyeksi tersebut masih bergantung pada kepastian alokasi dana transfer dari pemerintah pusat.
Persoalan penurunan pendapatan itu menjadi salah satu sorotan fraksi-fraksi DPRD Kota Jambi dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.
Maulana menjelaskan hal tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi dengan agenda penyampaian jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar dan nota keuangan RAPBD Kota Jambi Tahun Anggaran 2027.
Menurut Maulana, angka penurunan pendapatan daerah tersebut masih berupa proyeksi awal. Pemerintah kota masih menunggu penetapan rincian APBN 2027 untuk memastikan besaran dana transfer yang akan diterima daerah.
“Masih bersifat proyeksi sembari menunggu diterbitkannya peraturan presiden mengenai rincian anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2027,” ungkapnya.
Di tengah proyeksi penurunan tersebut, penerimaan pajak dan retribusi daerah justru menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data rekonsiliasi hingga September 2026, realisasi penerimaan kedua sektor itu telah mencapai lebih dari Rp 403 miliar atau 67,20 persen.
Capaian tersebut kemudian meningkat hingga melampaui 81 persen pada akhir Oktober 2026.
Selain menjawab persoalan pendapatan daerah, Maulana juga memaparkan strategi pemerintah kota dalam mengefisienkan belanja serta memperbaiki pengelolaan lingkungan. Pemerintah kota turut menyiapkan langkah mitigasi bencana dan optimalisasi program perlindungan sosial bagi masyarakat.
Pemkot Jambi Targetkan Pengurangan Sampah ke TPA
Dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Jambi berupaya membenahi sistem dari hulu hingga hilir. Pembenahan mencakup pemilahan sampah di rumah tangga, pengelolaan di tempat penampungan sementara atau depo, hingga penanganan akhir di TPA Talang Gulo.
Maulana mengatakan, pengurangan sampah perlu dimulai dari sumbernya dengan mendorong keterlibatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pemilahan sampah rumah tangga melalui program Kampung Bahagia serta pembuatan biopori organik oleh kelompok tani.
“Di tingkat hulu kita perkuat pemilahan sampah dari rumah tangga melalui kampung bahagia dan pembuatan biopori organik oleh kelompok tani,” ujarnya.
Untuk mengurangi sampah plastik, pemerintah kota juga menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program ekonomi sirkular.
Program tersebut ditargetkan dapat menekan volume sampah yang masuk ke TPA hingga 80 ton per hari.
“Untuk sampah plastik kita bekerja sama dengan OJK melalui program ekonomi sirkular. Ditargetkan mengurangi beban sampah ke TPA hingga 80 ton per hari,” ungkapnya.
- Penulis: Andi
- Editor: Amalia
- Sumber: Trisara Indonesia
