Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

Topeng Labu Muaro Jambi, Tradisi dari Kisah Penderita Kusta yang Kini Membawa Pesan Kesetaraan

  • account_circle skalajambi@gmail.com
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • visibility 54
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TRISARA – Di balik Topeng Labu khas Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, tersimpan kisah tentang stigma, pengucilan, dan kerinduan untuk kembali diterima masyarakat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini kini diangkat ke panggung seni untuk menyampaikan pesan kesetaraan dan inklusivitas.

Kisah tersebut menjadi bagian dari diskusi publik dan pertunjukan seni Topeng Labu yang digelar Ficus Nation (Ficus Hijau Nusantara) bersama FKIP Universitas Jambi dalam rangkaian Saraseni Budaya 2026 di Teater Arena, Taman Budaya Jambi, Kota Jambi.

Kegiatan yang mengusung tema pemajuan kebudayaan Jambi yang inklusif, setara, dan berkelanjutan ini menghadirkan diskusi serta pertunjukan tari dan teater yang melibatkan mahasiswa.

Dalam cerita turun-temurun masyarakat setempat, Topeng Labu memiliki keterkaitan dengan pengalaman penderita kusta pada masa lalu. Penyakit tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan kesehatan, tetapi juga memicu stigma sosial yang membuat penderitanya dijauhi dan kehilangan ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Sebagian penderita bahkan terpaksa “ngutan” atau tinggal di hutan untuk sementara waktu. Di tengah keterasingan tersebut, mereka memanfaatkan buah labu kayu atau labu air yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar untuk dijadikan topeng.

Labu dikeringkan, bagian dalamnya dikerok, kemudian diukir menyerupai wajah manusia. Topeng itu digunakan untuk menutupi wajah dan luka, sekaligus membantu mereka berinteraksi kembali dengan masyarakat.

Pegiat kebudayaan Mukhtar Hadi alias Borju menjelaskan, di balik penggunaan topeng tersebut terdapat keinginan sederhana untuk bertemu keluarga dan kerabat.

“Penderita kusta ini secara manusiawi punya rasa rindu, dan ingin bertemu kerabat di desa. Lalu, ia memakai topeng, dan mengarak diri sembari membawa keranjang. Ini disambut antusias, dan menjadi hiburan. Terjadilah interaksi. Masyarakat memberikan apa yang dipunya, seperti makanan dan minuman,” kata pegiat kebudayaan, Mukhtar Hadi yang kerap disapa Borju.

Cerita tersebut memperlihatkan sisi kemanusiaan di balik tradisi Topeng Labu. Di tengah pengucilan yang mereka alami, para penderita tetap memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Seiring berkembangnya pengobatan modern, kusta dapat disembuhkan. Namun, tradisi Topeng Labu tetap bertahan dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Muaro Jambi.

Hingga kini, masyarakat setempat masih mempertahankan tradisi tersebut, terutama saat perayaan Idulfitri. Warga mengenakan topeng sambil menari dan bersilaturahmi. Tradisi ini juga melibatkan generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan.

Nilai kemanusiaan yang terkandung dalam kisah Topeng Labu kemudian diangkat dalam Saraseni Budaya 2026. Melalui seni pertunjukan, penyelenggara ingin memperkenalkan kebudayaan lokal sekaligus membuka ruang pembicaraan mengenai kesetaraan gender, inklusivitas, keadilan ekologis, dan pangan.

Diskusi dan Pertunjukan Libatkan Mahasiswa

Rangkaian Saraseni Budaya 2026 diawali dengan diskusi publik yang menghadirkan Direktur Cappa Keadilan Ekologis, Utari Octikarani, dengan materi “Memaknai Inklusivitas dalam Pengelolaan Sumber Daya di Komunitas Masyarakat Lokal”.

Diskusi juga menghadirkan Ketua Perkumpulan Rumah Menapo, Mukhtar Hadi alias Borju, yang membawakan materi “Dari Labu ke Panggung, Siapa yang Merawat Budaya Kita?”.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FKIP Universitas Jambi, Prof. Sopian, S.Ag., M.Ag., dan dipandu oleh dosen Program Studi Arkeologi Universitas Jambi, Amir Husni, sebagai moderator.

Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan tari dan teater Topeng Labu yang melibatkan 12 mahasiswa dan mahasiswi di bawah bimbingan tiga dosen. Para penampil menjalani latihan intensif untuk menyampaikan pesan kesetaraan dan inklusivitas melalui seni.

Ketua Pelaksana Saraseni Budaya 2026, Irsyad Leihitu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengembangkan kebudayaan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.

“Peserta tari dan teater juga sudah latihan secara keras, kemudian bisa memberikan hasil yang maksimal nanti. Acara ini mungkin jadi momentum yang bagus bagi kita untuk mengembangkan kebudayaan, khususnya di lingkungan Universitas Jambi, lingkungan mahasiswa kita. Apalagi kita dalam waktu dekat ini akan mengusahakan mendirikan kembali Fakultas Ilmu Budaya,” kata Ketua Pelaksana Saraseni Budaya 2026, Irsyad Leihitu, Selasa (12/9/2026).

Sementara itu, Divisi Kemitraan dan Solidaritas Ficus Nation, Hospita, mengatakan keterlibatan organisasinya dalam kegiatan tersebut merupakan upaya mendekatkan isu kesetaraan gender, inklusivitas, dan keberlanjutan kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif.

Menurut Hospita, isu kesetaraan bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan anak muda karena berkaitan dengan pengalaman dan interaksi mereka sehari-hari.

“Melalui diskusi, pertunjukan tari dan teater, kami berharap anak muda dapat lebih dekat dengan isu-isu tersebut, merefleksikan pengalaman mereka, serta menjadi bagian dari perubahan menuju masyarakat yang lebih setara, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui diskusi dan pertunjukan seni, Saraseni Budaya 2026 diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya sekaligus memahami nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya.

Selain melibatkan akademisi dan komunitas lokal, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Cappa Keadilan Ekologis, WWF, Mitra Aksi, dan Setara Jambi.

  • Penulis: skalajambi@gmail.com
  • Editor: Andi
  • Sumber: Ficus Nation

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sasar 5.000+ Investor Baru via IDX Mobile, Akselerasi Galeri Investasi BEI Sabet Rekor MURI

    Sasar 5.000+ Investor Baru via IDX Mobile, Akselerasi Galeri Investasi BEI Sabet Rekor MURI

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Ama
    • visibility 80
    • 0Komentar

    TRISARA — Upaya pemerataan edukasi pasar modal di tanah air kembali mencatatkan sejarah. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menganugerahi Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas peresmian serentak 23 Galeri Investasi BEI yang tersebar dari jenjang SMA, perguruan tinggi, hingga berbasis syariah. Tidak sekadar ekspansi fisik, program kolaborasi BEI, MNC Sekuritas, dan OJK ini berhasil […]

  • Ramalan Virgo Kamis 15 Oktober 2026: Rezeki, Asmara, dan Peluang Baru Jadi Sorotan

    Ramalan Virgo Kamis 15 Oktober 2026: Rezeki, Asmara, dan Peluang Baru Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Ramalan zodiak Virgo Kamis, 15 Oktober 2026, menarik untuk disimak, terutama bagi Anda yang ingin mengetahui gambaran peruntungan karier, rezeki, asmara, dan kesehatan. Ketelitian menjadi modal penting bagi Virgo dalam menghadapi berbagai keputusan, tetapi jangan sampai terlalu banyak berpikir justru membuat peluang terlewatkan. KAMIS, 15 Oktober 2026, bisa menjadi momen bagi Virgo […]

  • Hampir Gila Aku

    Hampir Gila Aku

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Trisara
    • visibility 130
    • 0Komentar

    TRISARA – Hampir gila aku dibuat asap, melihat air kehilangan tepi, gunung memuntahkan amarah, dan hutan menjadi abu di altar keserakahan. Hampir gila aku melihat hewan-hewan kehilangan rumah, sementara manusia mendirikan singgasana dari reruntuhan rumah mereka. Hampir gila aku ketika langit menumpahkan peringatan, bumi mengguncang kesombongan, dan api menuliskan murka di dahi hutan yang terluka. […]

  • Aliansi Jambi Menggugat Demo di Kantor Gubernur, Desak Transparansi Anggaran

    Aliansi Jambi Menggugat Demo di Kantor Gubernur, Desak Transparansi Anggaran

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Jambi Menggugat menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (15/10/2026). Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Jambi membuka transparansi anggaran pembangunan multiyears, mengaudit dana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga meminta Gubernur Jambi Al Haris mundur dari jabatannya. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan […]

  • Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    Hidup Sehat Bantu Redakan Stres dan Beban Pikiran, Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Dilakukan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Trisara Indonesia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    TRISARA INDONESIA – Di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan sehari-hari, stres dan beban pikiran menjadi hal yang sulit dihindari. Pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi, hingga persoalan pribadi sering kali membuat seseorang merasa lelah, bahkan ketika tubuhnya tidak melakukan aktivitas berat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola stres adalah menerapkan pola hidup sehat. […]

  • Pengamat Nilai 100 Hari Direksi Baru BEI: Lanjutkan Reformasi dan Akselerasi Pendalaman Pasar

    Pengamat Nilai 100 Hari Direksi Baru BEI: Lanjutkan Reformasi dan Akselerasi Pendalaman Pasar

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Rini
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TRISARA – Sejak dilantik pada 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 langsung dihadapkan pada agenda besar untuk memperkuat integritas pasar, memperdalam likuiditas, memperluas basis investor dan produk, serta meningkatkan daya saing bursa di tengah dinamika pasar global. Memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya, Direksi BEI mulai merealisasikan berbagai agenda strategis melalui […]

expand_less