Wali Kota Jambi Maulana Pastikan MTQ Tetap Digelar Sambil Menunggu Hujan
- account_circle Andi
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- visibility 48
- print Cetak

oplus_2
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TRISARA INDONESIA – Kabut asap yang masih menyelimuti Jambi tak membuat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 tingkat Provinsi Jambi ditunda. Pemerintah Kota Jambi tetap melanjutkan persiapan sebagai tuan rumah, meski berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi kabut asap yang mengganggu aktivitas warga.
MTQ tingkat Provinsi Jambi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026. Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, pelaksanaannya tetap mengikuti keputusan Gubernur Jambi Al Haris yang tidak mengubah jadwal kegiatan.
“Pak gubernur waktu rapat koordinasi ngak mau mengundurkan waktu tetap ditanggal itu, kami sebagai tuan rumah tentu sedang bersiap-siap, sambil menunggu hujan, sambil berdoa mudah-mudahan hujan turun,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Pemkot Jambi kini terus mematangkan berbagai kebutuhan untuk menyambut kafilah dari 11 kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Daerah yang akan berpartisipasi meliputi Kabupaten Batanghari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Kota Jambi, dan Kota Sungai Penuh.
Di tengah persiapan tersebut, persoalan kabut asap masih menjadi perhatian karena dampaknya mulai dirasakan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang mengalami penurunan pendapatan.
Pemerintah Kota Jambi Siapkan Pasar Malam untuk Dongkrak UMKM
Selain menjadi ajang perlombaan seni membaca Al Quran dan syiar Islam, MTQ ke-55 diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemkot Jambi berencana memanfaatkan momentum tersebut untuk menarik kunjungan warga sekaligus membantu menggerakkan kembali aktivitas perdagangan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah menghadirkan fasilitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), disertai hiburan rakyat. Pasar malam juga direncanakan hadir di kawasan Kantor Wali Kota Jambi, Kecamatan Kota Baru.
“Maka di MTQ ini kita bangun fasilitas UMKM yang sangat meriah, seperti hiburan rakyat untuk meningkatkan ekonomi,” ujarnya.
Kehadiran fasilitas UMKM dan hiburan rakyat diharapkan membuka peluang bagi pedagang lokal untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Terlebih, kondisi kabut asap yang berkepanjangan turut memengaruhi aktivitas masyarakat dan usaha di Kota Jambi.
Dengan tetap digelarnya MTQ sesuai jadwal, Pemkot Jambi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan tingkat provinsi, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga di tengah situasi kabut asap yang belum sepenuhnya teratasi.
- Penulis: Andi
- Editor: Ferdi
- Sumber: Trisara Indonesia
